Senin, 03 Juni 2013

Diversivikasi Pangan

Diversivikasi Pangan, Ciptakan Aneka Olahan Pangan

Nasi merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Muncul suatu anggapan “kalau belum makan nasi, berarti belum makan” padahal kenyataannya meskipun belum mengkonsumsi nasi, tapi sudah mengkonsumsi makanan yang kandungannya hampir sama dengan nasi. Hal ini dapat menimbulkan ketergantungan terhadap nasi. Padahal masih banyak sumber pangan lain yang dapat kita manfaatkan untuk mengganti ataupun melengkapi konsumsi beras. Ada singkong, ubi jalar, sagu, jagung, suweg, gembili, kentang, ganyong, dan masih banyak bahan alternatif lainnya yang nilai gizinya tidak kalah, bahkan memiliki kelebihan dibandingkan beras. Misal pada biji jagung yang memiliki kandungan vitamin A paling tinggi diantara biji-bijian lainnya. Juga pada ubi kayu yamg kaya akan kalori dan dan bisa dibuat menjadi aneka macam makanan. Kondisi tersebut mengakibatkan Indonesia mengalami krisis pangan.
Menurut Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2011-2015, penganekaragaman pangan atau diversifikasi pangan adalah upaya peningkatan konsumsi aneka ragam pangan dengan prinsip gizi seimbang Diversifikasi pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan. Diversifikasi konsumsi pangan tidak hanya sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada beras tetapi juga upaya peningkatan perbaikan gizi untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sehat.

Beberapa Contoh Makanan Hasil Diversifikasi Pangan
1. Jagung Instan Nixtamalisasi









Cara pembuatan:
jagung pipil direbus dengan air mendidih dengan perbandingan 1:3 selama 105 menit dengan tambahan kapur 3% berat jagung. jagung dicuci dengan air panas 60 drajat Celcius sebanyak 3 kali lipat berat jagung awal, ditiriskan, dipipihkan, dikeringkan, digiling, diayak lolos 60 mesh. Penyajiannya untuk membuat bubur, didihkan air sebanyak 3 kali atau lebih berat tepung jagung. Tepung jagung dimasukan pelan-pelan sambil diaduk kuat hingga matang dalam 5 menit. Penyedapnya dapat ditambahkan menurut keperluan. 

2. Beras Jagung Instant

Salah satu produk yang dapat dikembangkan adalah beras jagung instan. Beras jagung instan adalah beras jagung yang siap dimasak menjadi nasi jagung instan. Produk yang memiliki rasa sama dengan nasi jagung yang diolah secara tradisional ini siap dimasak dalam waktu 5 menit dan telah dikembangkan oleh peneliti PSPG IPB. Nasi jagung yang dihasilkan dapat dikonsumsi bersama dengan lauk pauk dan sayur, dibuat nasi jagung goreng, nasi jagung uduk dan "risotto" nasi jagung

3. Bassang
Bassang adalah makanan tradisional khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari jagung. Bassang dari hasil penelitian ini diperoleh dari jagung instan, yaitu jagung yang telah diproses sehingga di dalam pemasakan selanjutnya dibutuhkan waktu yang lebih singkat. Dengan perbaikan proses yang dihasilkan oleh penelitian ini, pembuatan bassang yang selama ini membutuhkan waktu 10-18 jam dapat dipersingkat menjadi 20-30 menit. Bahan yang digunakan jagung instan 1 liter, santan 1,5 liter, tepung terigu 70 gram, air 2 liter, gula dan garam secukupnya (sesuai selera). Cara Pembuatan Bassang yaitu mula-mula jagung instan dimasak selama 20-30 menit sambil diaduk. Tepung terigu dan santan dicampur sampai rata lalu dimasukkan ke jagung instan, diaduk agar tercampur rata. Tambahkan garam secukupnya, aduk dan masak selama 5-10 menit sampai agak kental. Bisa juga ditambahkan daun pandan agar memberi aroma dan citra rasa yang enak.
4. Mocaf (Modified Cassava Flour)


Secara definitif, MOCAF adalah produk tepung dari singkong yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong secara fermentasi, dimana mikroba BAL (Bakteri Asam Laktat) mendominasi selama fermentasi tepung singkong ini. mikroba yang tumbuh menghasilkan enzim pektinolitik dan sellulotik yang dapat mengahncurkan dinding sel singkong, sehingga terjadi liberasi granula pati. mikroba tersebut juga menghasilkan enzim-enzim yang menghidrolisis pati menjadi gula dan selanjutnya mengubahnya menjadi asam-asam organik terutama asam laktat. walaupun dari komposisi kimianya tidak jauh berbeda, MOCAF mempunyai karakteristik fisik dan organoleptik yang spesifik jika dibandingkan dengan tepung singkong pada umunya.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar